Home > Artikel
 
 
 
 
 
 
 

Artikel

 TESTER KATUL

Semua peternak ayam selalu beli katul untuk campuran pakan ayamnya. Supaya tidak salah beli atau supaya tidak tertipu oleh penjual dedak atau katul, maka peternak wajib punya tester katul dengan akurasi 99%. Semua pabrik pakan juga menggunakan tester dengan bahan yang sama.
 
BEDA KADAR SERAT KASAR :
1. Katul, kadar serat kasar maksimum 10%, ini yang layak untuk campuran pakan unggas;
2. Dedak, kadar serat kasar >10%, ini bisa diberikan untuk hewan besar ruminansia : sapi, kuda, kerbau, kambing, domba dll.
 
BAHAN YANG SERING DIPAKAI MEMALSU KATUL :
1. SG (sekam giling), sekam digiling sampai lembut ukuran partikelnya. Bila dipegang seolah-olah katul lembut. Dengan tester ini tetap ketahuan kadar serat kasarnya (lihat foto nomor 4);
2. Tepung batu kapur. Dengan tester ini bisa ketahuan karena terbentuk gelembung udara.
 
HARGA TESTER KATUL :
1. Paket perdana isinya : 1 botol isi larutan Phloro-glucinol 50 ml, petridisk, pipet penghisap dan penetes, lembar petunjuk pemakaian dan foto pembanding hasil tes, harganya Rp 175.000,-, locco di Surabaya;
2. Refill-nya saja, larutan phloro-glucinol 50 ml/botol, Rp 150.000,-, locco di Surabaya;
3. Sebotol bisa dipakai untuk 25 kali tes;
4. Bisa pesan (minimum 2 paket) ke saya dengan SMS ke nomor :
4.1.      081231593638 (SIMPATI, WA);
4.2.      087815400878 (XL);
4.3.      085730252390 (Indosat)
Catatan : dengan menyebutkan nama lengkap, alamat lengkap dan nomor HP yang bisa dihubungi sewaktu-waktu oleh pihak ekspedisi;
5. Pembayarannya bisa ditransferkan atas nama Djarot Winarno, ke bank :
5.1.      Mandiri, rekening nomor 031-000-696-0259;
5.2.      BNI, nomor rekening 031-958-0660;
5.3.      BRI nomor rekening 4554-0100-4667-532;
5.4.      BCA nomor rekening 789-520-7632.
Catatan : Bila sudah transfer agar saya dikonfirmasi via SMS.

 

_______________________________________________________________________
 
TEKNIK PEMBERIAN PAKAN PADA LAYER DI DAERAH TROPIS
Pemberian pakan pada layer di daerah tropis yang paling tepat adalah 1 (satu) kali saja, yaitu pada pukul 15:00 waktu setempat. Tujuan ditulis artikel ini supaya para peternak layer benar-benar jelas (clear) dan tidak terjadi simpang siur pengertiannya tentang teknik pemberian pakan pada ayam di daerah tropis. Kalau baik dan benar, silakan diterapkan, maka Anda yg untung. Kalau dianggap tidak baik, lupakan dan Anda tidak rugi.
ALASANNYA
1. Ingat, ayam adalah pemakan biji-bijian. Pakan berbentuk biji/butir lebih disukai dibanding bentuk tepung (mash). Lebih-lebih biji-bijian yang berwarna menyolok : merah, kuning atau hijau;
2. Secara alami, dorongan ayam untuk makan terutama adalah untuk mencukupi kebutuhan akan energi/kalori karena ayam bersuhu tubuh tinggi, 40˚ C (manusia 37˚ C). Sedangkan komponen pakan yg lain, “numpang” untuk melengkapi kecukupan gizinya;
3. Secara alami, nafsu makan ayam terbanyak (70 - 80%) adalah pada sore hari, 3 (tiga) jam sebelum gelap karena matahari tenggelam. Saat tanpa cahaya, mata ayam akan rabun atau buta;
4. Malam sampai dini hari, pukul 18:00 - 01:00 waktu setempat (7 jam), tanpa lampu tambahan, biarkan ayam tidur. Makhluk hidup perlu istirahat yang cukup, 7 – 8 jam. Justru penyerapan gizi pakan terutama kalsium akan lebih sempurna saat makhluk hidup tidur. Kalau toh lampu dinyalakan pada pukul 18:00 – 22:00 waktu setempat, sisa cuaca panas sore hari masih ada, belum benar-benar dingin;
5. Berikan sinar tambahan pada pukul 01:00-06:00 waktu setempat (5 jam) dengan dosis 20 – 40 Lux. Bila pakai lampu neon SL, dayanya 0,8 – 1,0 Watt/m-2 luas dalam kandang. Bila pakai lampu pijar, dosisnya 3,0 – 3,5 Wat/m-2. Jarak terjauh dari titik lampu ke mata ayam, 2 (dua) meter. Supaya memudahkan pengaturan, instalasi listrik penerangan di dalam kandang mesti dipasangi "timer" untuk mengatur nyala lampu secara terprogram. Keuntungannya, bisa dipastikan pada dini hari cuacanya dingin, begitu lampu menyala pada pukul 01:00 waktu setempat, ayam akan bangun kemudian minum dan makan. Saat cuaca dingin lah, ayam akan lebih suka makan tanpa resiko “heat stress”;
6. Pada pagi hari, antara pukul 06:00-07:00 waktu setempat, sisa pakan diratakan. Seharusnya masih tersisa -/+ 1,5 cm;
7. Pada pukul 09:00 waktu setempat, pakan diratakan lagi. Yang tebal dipindah ke bagian yang tipis dan standarnya pakan yang tersisa -/+ 0,5 cm. Bila pada pukul 09:00 waktu setempat pakannya tipis atau habis, langsung ditambah 2 - 3 gram/ekor, dibagi secara merata. Ini sebagai catatan bahwa, jatah pakan yang akan diberikan nanti sore pukul 15:00 waktu setempat perlu ditambah 2 - 3 gram/ekor supaya besuknya bisa pas;
8. Pada pukul 12:00 waktu setempat, pakan harus sudah habis. Ini yang dipakai sebagai patokan “feed intake” harian sesuai dengan kebutuhan ayam layer (ad libitum), dan bisa berubah setiap harinya. Puasakan makan selama 3 jam dari pukul 12:00 -15:00 waktu setempat, setiap hari. Jangan puasakan ayam lebih dari 1 (satu) kali dalam sehari, berdosa. Tapi air minum harus selalu tersedia (ad libitum);
9. Bila pada pukul 12:00 waktu setempat pakan belum habis, dikuras. Hasil kurasan pakan ditimbang. Bisa diberikan nanti pada pukul 15:00. Karena ada pakan sisa, maka jatah pakan sore hari dikurangi sebanyak 2 (dua) kali sisa pakan supaya jatah pakan supaya jatah untuk besuk bisa pas, jam 12:00, habis;
10. Dengan program pengosongan pakan 3 (tiga) jam pada siang siang hari manfaatnya :
10.1. bisa mengurangi resiko stres akibat panas (heat stress);
10.2. tempat pakan selalu bersih terhindar dari jamur;
10.3. supaya ayam memakan semua komponen pakan, baik yang berbentuk butiran mau pun yang berbentuk tepung (mash).
Makanya, perlu didukung pemotongan paruh ayam yang ke-2 pada umur 9 minggu dimana potongan pruhnya harus rata. Selain untuk mengurangi kanibal, manfaatnya supaya bisa makan dengan baik walau pun pakannya berbentuk tepung;
11. Ayam lah yg berhak menentukan berapa jatah pakannya (feed intake) yang dia butuhkan. Tugas peternak menyediakan pakan jumlahnya cukup dengan kualitas baik dan benar, seimbang komponen-komponen penyusunnya. Ibarat bahan bakar, berikan pakan dengan kualitas harus setara dengan PERTAMAX PLUS, biar irit, bukan Premium.
Ingat, ayam tidak tahu harga pakan yang dimakan. Ayam tahunya tinggal makan;
12. Gunakan OCTANE BOOSTER untuk pakan, yaitu probiotika yang khusus untuk unggas dengan manfaat untuk membantu meningkatkan daya cerna dan daya saluran pencernaan terhadap makan;
13. Dari metode pemberian pakan 1 (satu) kali ini, bila dicatat dengan baik dan benar, maka peternak bisa mengevaluasi dan tahu korelasi antara kualitas pakan dengan :
a. feed intake (asupan pakan) yang tepat sesuai kebutuhan ayam layer;
b. bobot badan ayam layer harus ditimbang setiap bulan dengan pengambilan sampel secara DIAGONAL RANDOM SAMPLING;
c. HD% diharapkan bisa sesuai standar strain, yaitu antara 82 – 84%;
d. bobot telur (egg weight) per butir, diharapkan bisa minimum 62,5 gram/butir;
e. bobot kg telur per 1.000 ekor (egg mass) diharapkan bisa 52 – 53 kg;
f. FCR diharapkan bisa -/+ 2,05.
 
BIAS
Bila performance-nya masih kurang baik dibanding standar strain, lakukan lah perubahan-perubahan yang terukur. Atau konsultasikan dengan orang yang benar-benar ahli manajemen peternakan dan sekaligus ahli nutrisi unggas.
Catatan, produktifitas ayam layer Anda baik, sedang atau jelek jangan tahunya karena kebetulan, tapi harus diketahui berdasarkan data riil di farm Anda. Perubahan yang akan dilakukan pun harus berdasar alasan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan secara profesional. Bukan katanya katanya. Karena tiap-tiap daerah perlu penyesuaian-penyesuaian keseimbangan kandungan gizi pakannya.
KETERANGAN
1. Foto-foto di bawah ini diambil siang ini, Minggu, 23 Nopember 2014, mulai pukul 12:00 WIB;
2. Perhatikan sisa pakan di talang pakan, ada yang pas dan ada juga yang masih tersisa. Bisa karena kebanyakan atau karena kurang rata pembagiannya.
3. Kontrol jatah pakan lakukan setiap hari atau minimum 2 kali per minggu.
4. Yang layer F.I-nya rata-rata 105,0 gram/ekor/hari

_________________________________________________________________________

 

 

MAU F.C.R RENDAH ?

(oleh Winarno)

 
Ingat, jangan sekali-kali mengurangi jatah pakan ayam hanya karena mau irit pakan. Yang berhak menentukan jatah pakan berapa gram/ekor/hari adalah ayamnya sendiri (ad libitum). Bila jatah pakan dikurangi atau dibatasi, maka itu akan menjadi bumerang. Karena NET ENERGY dari pakan, yang utama adalah untuk kebutuhan hidup. Selebihnya baru untuk produksi. Kalau jatah pakan dibatasi, maka net energy-nya pun menjadi terbatas, maka akibatnya energi untuk produksi menjadi terbatas.
Hal ini saya ingatkan berkali, berkali, berkali, berkali, berkali, jangan membatasi feed intake atas dasar kemauan sendiri. Katakan ayam mampu makan sampai 130 g/ekor/hari walau pun di daerah panas, tetap harus dikasih. Tetapi, kita harus melakukan evaluasi di mana letak masalahnya, sampai ayam perlu dan mau makan banyak, lebih dari 120 gram/ekor/hari.
Feed intake (F.I) tidak berdiri sendiri, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi, yaitu